Press Release

Kerupuk.id, media alternatif yang muncul dari kejenuhan terhadap media mainstream

Ranah media online di Indonesia berkembang relatif pesat dan makin banyaknya media online dan derasnya arus informasi melalui media sosial memang bisa membuat kita mendapatkan beragam informasi dengan mudah. Namun, banyak media yang menyajikan informasi dan gaya yang serupa, sehingga membuat pembaca jenuh. Berangkat dari kondisi tersebut, Jouhan Rifaldy terpikir untuk membuat sebuah situs yang menyajikan konten dengan sudut pandang yang berbeda. “Kebanyakan portal hiburan yang ada di Indonesia cenderung terjebak dalam kedangkalan,” jelasnya membuka percakapan dengan (Media). Ide tersebut berbuah media alternatif yaitu Kerupuk.id, yang didirikan pada November 2015.

Saatnya membaca dengan santai

Bila Anda membuka halaman situs Kerupuk.id, maka saya menyarankan untuk membuang sementara segala idealisme Anda. Karena bila tidak, maka bisa jadi dalam beberapa menit akan terasa bila kontennya penuh dengan opini nyinyir. Sebenarnya tidak selalu demikian, seperti dikatakan Jouhan, media ini adalah media selow yang mewadahi tulisan para penulis yang memiliki energi serta kreativitas berlebih.

Apa yang dikatakan Jouhan nampaknya tidak berlebihan, seperti misalnya artikel tentang 12 Situs Unik yang Hanya Dikunjungi oleh Orang-orang Cerdas. Anda mungkin sudah pernah membaca berita tentang kebijakan tersebut di media lain, namun Kerupuk.id mencoba memberikan pandangan dari kacamata yang mungkin hanya terlintas di kepala sebagian kecil orang.

Kerupuk.id tidak hanya menyediakan konten berupa artikel, portal ini juga menampilkan komik dan video. Sayangnya, dari pengamatan kami, update konten dua fitur ini terbilang cukup jarang.

Konten kreatif dan kurasi ketat

Menurut Jouhan, ujung tombak utama dari Kerupuk.id adalah konten kreatif. Meski begitu, tidak sembarang konten bisa masuk dengan mudah di situs ini. “Setiap hari kamihanya memilih konten yang benar-benar menarik. Tidak hanya konten lucu atau mengandung ide segar saja, namun juga harus disertai dengan argumentasi yang memadai,” jelasnya.

Terkait pendanaan, Kerupuk.id masih beroperasi secara bootstrap. Ia mengatakan strategi bisnis mereka dilakukan dengan content creation dan community engagement. Meski mengklaim belum memiliki kompetitor langsung, sejumlah situs seperti IDNTimes dan Malesbanget akan menjadi kompetitor tidak langsung.